Ketua Program Studi Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia I Ketut Surajaya (66) mendapat penghargaan “Kyokujitsusho” atau “The Order of The Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon” dari Kaisar atas pencapaiannya dalam Kajian Jepang dan Pendidikan Bahasa Jepang yang diserahkan oleh Duta Besar Tanizaki Yasuaki di kediamannya Senin (01/08/2016) di Jakarta.
“Saya mulai tertarik dengan Jepang saat masa SMA,” kenang Ketut Surajaya yang merupakan lulusan jurusan sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Universitas Hitotsubashi, Tokyo.
Saat ini, I Ketut Surajaya mengajarkan mata kuliah sejarah, bahasa, dan studi Jepang di Universitas Indonesia, serta menjabat Ketua Program Studi Jepang. Ia juga merupakan ketua Asosiasi Studi Jepang di Indonesia (ASJI) yang pertama, dan banyak melakukan kegiatan penelitian yang ditujukan untuk mengenalkan Jepang kepada warga Indonesia.
Selain itu, I Ketut Surajaya juga turut berperan dalam pengembangan Universitas Darma Persada, yang merupakan universitas yang didirikan para alumni yang pernah belajar di Jepang, antara lain dalam tahap penyusunan konsep serta membantu mendirikan program studi sastra Jepang.
“Para dosen sastra Jepang yang sekarang mengajar dulunya kebanyakan adalah murid-murid saya,” ungkapnya.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki mengatakan, “Saya mengucapkan terimakasih kepada para dosen senior yang memprakarsai pendidikan bahasa Jepang dan studi kejepangang sehingga saat ini jumlah pelajar bahasa Jepang di Indonesia mencapai 900 ribu orang dan jumlahnya terus meningkat.”
Selanjutnya I Ketut Surajaya menilai dengan banyaknya anak muda Indonesia yang mempelajari budaya Jepang dan anak muda Jepang yang mempelajari budaya Indonesia, diharapkan bisa mendorong terjadinya saling pengertian antara kedua negara.(*)
Sumber:
