Description
Trilogi Galung Ngasong (Bali – Jakarta – Tokyo), adalah novel semi autobiografi yang mengisahkan perjuangan anak petani di tengah himpitan kesulitan dan penderitaan dalam menjalani takdir kehidupan. Galung adalah metafora yang meneropong kondisi zaman peristiwa sosial-politik Indonesia era 1960-1980-an.
Buku kedua, mengisahkan perjalanan menuju ibu kota negara. Perjalanan ini juga merupakan upaya dia melepaskan diri dari kejaran keji yang dialaminya sejak SMP hingga tamat SMA. Goresan sembilu di hatinya, yang ditinggal dua kakak tercinta dan ayah bundanya yang trauma kebrutalan tragedi 1965, tidak terhapus dari lubuk ingatannya.
Titik balik kehidupan terjadi ketika dia terpaksa harus ikut dalam aksi demonstrasi MALARI 74. Demonstrasi yang sebenarnya ia tidak pahami namun terpaksa harus diikuti karena perintah mahasiswa senior. Imbas peristiwa tersebut adalah terjadinya kerusuhan sosial, dan pembungkaman, oleh rezim berkuasa bagi para aktivis kampus yang kritis. Di balik peristiwa tersebut kesadaran semakin terbentuk pada dirinya. Ia menjadi semakin giat untuk belajar memahami dan menekuni studi tentang Jepang.
Di tengah berbagai takdir gelap yang menyelimuti perjalanannya, secercah harapan dan keberuntungan menjadi pelita yang menerangi misteri kehidupan. Hikmah bisa dipetik dari berbagai peristiwa seburuk apa pun.







