Description
Buku memori perjalanan Tabanan-Jakarta-Tokyo (1976-1982), bukanlah buku biografi utuh, tetapi lebih merupakan suatu episode sejarah, fragmen hidup dari seorang putra Bali bernama I Ketut Surajaya (Ketut). Ketut, terlahir dari keluarga petani sederhana di desa Dukuhpulu yang dalam masa kecilnya mengalami pengalaman yang sangat menyenangkan, bahagia walaupun dalam kemiskinan material. Lika-liku pendidikan yang cukup keras di Tabanan, Bali, akhirnyamembuahkan hasil. Ia dapat menembus Universitas bergengsi dan terbaik, di Fakultas Sastra (Sekarang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya), Universitas Indonesia pada awal dekade 1970-an.
Cita-cita masa depan yang senantiasa berubah-ubah, mulai dari cita-cita menjadi tentara, dokter, akunting, diplomat, semuanya kandas, dan akhirnya menjadi dosen bidang Studi Jepang. Ketut tidak pernah bercita-cita menjadi doktor, apalagi profesor, namun peta jalan kehidupan mengarahkan hidupnya ke dunia pendidikan dan penelitian. Ia menekuni saja garis hidup itu secara mengalir seperti halnya filosofi Jepang Makoto, yang ia pegang teguh, yaitu kerjakan sungguh-sungguh sampai tuntas tanpa takut kesepian.

