Description
Tantangan para penggiat sejarah ke depan adalah bukan pada langka dan terbatasnya data dan fakta,tetapi berlimpahnya data dan fakta yang terekam dalam bentuk digital, big data. Perlu metodologi baru untuk menambahkan metodologi konvensional dalam studi dan penelitian sejarah untuk menjamin kebenaran sejarah. Dalam buku ini selanjutnya dibahas beberapa mosaik sejarah Jepang, antara lain:
- Pelabuhan Dezima dan Batavia merupakan hub Ilmu Pengetahuan Barat pada abad 17 dan 19. Sebagai hub, Batavia kental dengan orientasi ilmu pengetahuan berorientasi sosial budaya kolonialistik, dan Dezima berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Kiprah Jepang sejak Proto Globalisasi dan Globalisasi Baru adalah potret Sejarah Jepang dalamproses berbagai dimensi perkembangan masyarakat Jepang sejak pra sejarah sampai kini.Pemahaman globalisasi sejak proto sampai kini membantu pemahaman tentang Jepang secara komprehensif dalam berbagai bidang.
- Keyakinan pada Shinto dan Budha masyarakat Jepang, merupakan lapisan terdalam kebudayaan dan peradaban Jepang. Walaupun terdapat tragedi dan kekerasan, seperti pemberontakan pemeluk Kristen di Shimabara pada abad pertengahan, peristiwa tersebut lebih bersifat politis feodalistik daripada doktrin agama.
- Kenapa terjadi mobilisasi ekonomi dan industri sebagai mesin perang dalam Perang Pasik? Kenapa terjadi kolaborasi antara kaum nasionalis militer Cina dengan militer Jepang?Konteksnya adalah pada perebutan wilayah koloni dan pasar negara-negara Barat yang akhirnya melebar sebagai peristiwa Pembantaian Nanking, Perang Pasik dan Pemboman Hiroshima dan Nagasaki.
- Terungkaplah sudah bahwa salah satu faktor utama kekalahan Jepang dalam Pertempuran Midway adalah karena kegagalan Intelijen Jepang dalam analisa dan laporannya.



